Sabtu, 24 Desember 2016

PILAH PILIH PERLENGKAPAN BAYI

Perihal perlengkapan bayi ini kebetulan uda dicicil satu-satu dari kehamilan 4 bulan walau orang tua biasanya nyaranin beli pas 7 bulan keatas tapi mau gimana lagi kalau pas lagi jalan nemu yaudah beli aja daripada nanti malah kelupaan. Berhubung dicicil-cicil itulah ga taunya si debay semua perlengkapannya lengkap malah ada yang kedobel karena ada yang ngadoin juga tapi jadinya udah sampe dia umur setahun semuanya uda siappp. Adapun barang-barang yang di persiapkan antara lain sebagai berikut :


- Baju bayi, Popok, Bedong, Perlak, Kaos Kaki, Sepatu

- Selimut

- Gendongan

Kebetulan karena bingung enak mana jadi punya gendongan samping, gendongan hanaroo (Baby Wrap) dan gendongan Ergobaby dengan infant insert kebetulan sampe sekarang semua gendongan itu kepake cuma momen dan tempatnya aja beda-beda.
Gendongan samping biasanya dipakai dirumah
Gendongan hanaroo (Baby Wrap) dipakai saat keliling sekitar rumah
Gendongan Ergobaby dengan infant insertnya supaya dari bayi masih kecil bisa dibawa saat bepergian

- Botol Bayi

Pilih yang cocok dengan bayi karena anak pertama ini masih coba adaptasi pakai botol akhirnya coba Philips Avent, Pigeon, dan Mimijumi

- Tas Bayi

- Perlengkapan Mandi

- Perlengkapan Kesehatan ( Kasa Steril dan Alkohol untuk membersihkan puput,
Termometer, alat sedot ingus, dll)

- Kasur Bayi, Bantal dan Guling

Belinya dua jenis yaitu kasur bayi untuk dibawa pas bepergian yang bisa dilipet dan kasur yang buat dirumah misalnya debay mau ditidurin di ruang tv.

- Box Bayi

- Stroller

- Kolam Baby Spa

- Car Seat

- Baby Walker (Sebaiknya yang didorong saja menurut anjuran dokter)

- Baby Bouncer

- Baby Playmat Gym

- Mainan bayi yang bisa berbunyi

- Feeding Set

- Kursi Makan Bayi

- Slabber dan Bibs

- Peralatan MPASI (Blender, saringan, dll)

- Pompa ASI (Manual/Elektrik)

- Cooler Bag

- Botol kaca ASI

- Warmer ASI

- Ice Gel

- Bantal Menyusui

- Pampers


Apabila semua barang diatas sudah lengkap selanjutnya hanya tinggal fokus menjalani rutinitas bersana debay tercinta,




Selasa, 20 Desember 2016

MUM'S MILK IS THE BEST

Bersyukur banget punya suami yang support untuk pemberian ASI Eksklusif bagi si kecil  lebih tepatnya dia maksa supaya bayinya minum ASI paling tidak 6 bulan syukur-syukur bisa lebih.

Akhirnya  ternyata setelah berusaha tenang menjalani bisa menyusui sampai sekarang dan debay tumbuh semakin gendut,  berat badan normal di usia memasuki 3 bulan dan yang terpenting dari banyak artikel yang gue baca gak ada yang bisa nyaingin kandungan nutrisi pada ASI sehingga bayi akan lebih sehat.


Awalnya emang sempet mikir ribet banget kalau ASI belum sakitnya, lalu kalau bepergian sambil nyusuin itu agak repot, namun balik lagi jaman sekarang bukankah harus bersyukur udah banyak teknologi dan produk yang membantu seperti apron menyusui, pompa asi manual ataupun elektrik, gendongan ergobaby, dll.

 Awalnya pasca melahirkan sempet ngerasain dilema ASI ;

1. ASI keluar sedikit dan menyusui terasa sakit
2. Payudara mengeras, Badan menggigil, dan ASI tidak keluar sama sekali
3. Bayitiba-tiba tidak mau disusui

Pada akhirnya ada temen dokter yang kakaknya ngambil spesialis Laktasi plus kontrol dan sharing dengan dokter yang fokus perihal laktasi ini dan berikut solusinya

1. ASI keluar sedikit dan menyusui terasa sakit

Jangan panik saat ASI ibu yang baru melahirkan belum banyak karena memang mau dipaksa bagaimanapun akan susah justru makin kita stress makin tidak keluar ASInya. Jadi, yang dapat dilakukan adalah tenang dan berpikiran positif intinya terus usahakan bayi menyusu langsung di payudara agar ASI juga segera banyak keluar. Kenapa menyusui sakit? Itu karena cara menyusui yang salah, namanya ibu baru belum mengerti banyak hal jadi pelajari cara menyusui yang tepat dari ahli laktasi maupun dari artikel-artikel. Cara menyusui yang tepat membuat proses menyusui terasa lebih nyaman. Selain itu support orang terdekat terutama suami penting untuk membuat Ibu optimis menyusui bayinya.

2, Payudara mengeras, Badan menggigil, ASI tidak keluar sama sekali

Hal ini sangat menyiksa sekali rasanya, Tepat hari kelima setelah melahirkan atau pas hari pertama banget sampai rumah gue ngerasain hal ini. Penyebabnya adalah karena stress, Ya, stress karena hari pertama sampai rumah dan banyak hal yang dipikirin mulai dari mikir gimana gantiin popok, gimana mandiin, gimana ngebedong, dll ditambah sejak dirumah sakit belum tidur sama sekali makin tambah stressnya. Yang perlu dilakukan saat kondisi seperti ini adalah kerjasama dengan suami untuk mengatasi stress misalkan minta waktu sedikit beristirahat. Kemudian ada baiknya dipijat terutama pijat payudara agar asi lancar atau dibantu dengan pompa asi (manual ataupun elektrik). Perbanyak minum air putih serta kompres payudara dengan air hangat.

3. Bayi tiba-tiba tidak mau disusui

Ada banyak faktor bila bayi tiba-tiba tidak mau disusui namun jangan panik kalau bayi terus menangis, kemungkinan apabila dimasa awal pasca melahirkan bayi tiba-tiba tidak mau menyusu karena ia lelah menyusu namun yang ia dapatkan hanya sedikit susunya, Jangan menyerah, terus lakukan pendekatan agar akhirnya bayi mau disusui kembali dan jangan lupa sendawakan bayi setelah menyusu agar ia merasa nyaman. Apabila bayi masih terus menangis sampai berjam jam dan tetap tidak mau menyusu ada baiknya dikonsultasikan dengan dokter.

Senin, 19 Desember 2016

RSIA BUAH HATI CIPUTAT

Kehamilan adalah anugrah luar biasa dan hebatnya tiap orang hamil punya cerita yang berbeda. Kehamilan anak pertama cukup sering buat gue bolak balik cek rumah sakit (maklum anak pertama masih panik bawaannya).

Suami dari awal punya keinginan supaya nantinya melahirkan di rumah sakit Ibu dan Anak jangan di Rumah Sakit Umum. Oleh karena itu, sempet hunting beberapa rumah sakit  dan dokter yang cocok. Awalnya ke rumah sakit swasta deket rumah dan pernah juga ke rumah sakit dan dokter yang direkomendasi ibu-ibu di forum ibu hamil tapi antrinya ampun-ampunan, sempet coba dokter sana sini yang katanya favorit orang tapi belum tentu favorit buat kita, oleh karena itu akhirnya memilih di RSIA Buah Hati Ciputat dengan dokter Irwan Eka Putra, SpOG. Beliau praktik tiap hari Minggu di RSIA Buah Hati dan menurut saya dan suami kami cocok dengan beliau dari awal karena pertama orangnya asik cukup ramah dengan pasien, ga pelit informasi, USG 4 Dimensi, mudah dihubungi bahkan di whatsapp pun mau jawab, plus sabar banget menghadapi ibu hamil  yang panikan dan bawel banget nanya terus dan paling penting nilai plusnya adalah praktek hari minggu pagi.

Setelah beberapa kali kedatangan akhirnya coba cek kamar dari awal pun sudah langsung tertarik di VIP lantai 3 nya karena suasananya lebih tenang dan kamarnya terlihat masih baru, kalau di lantai 2 digabung dengan rawat anak katanya jadi suasananya memang agak lebih ramai.

Semenjak hamil, karena sering membaca forum ibu hamil, akhirnya dapatlah banyak info seputar kehamilan salah satunya perihal Ketuban Pecah Dini (KPD).  Salah satu info yang sangat bermanfaat adalah pengecekan ketuban menggunakan Kertas Lakmus Merah (Dapat dibeli Online). Caranya adalah apabila ada cairan yang keluar dari 'Miss V' bila itu ketuban maka Lakmus Merah akan berubah menjadi Biru. Tanda tanda pecah ketuban terasa dan untungnya masih rembes jadi bolak balik ke RS bukan karena dokter yang nyuruh tapi emang guenya aja panikan kayaknya. Dokter bilang kapasitas ketuban masih cukup, bayi sehat, ketuban jernih, tapi berhubung panikan akhirnya yang tadinya disuru dateng 2 minggu sekali eh gue uda muncul lagi 3 hari sekali.

Setelah sempat nunggu satu minggu lagi sekitar usia kehamilan 39 minggu akhirnya dokter memutuskan induksi dengan harapan emang bisa melahirkan normal. Namun sempet pesimis karena berat badan naiknya 30 kg sebenernya dokter udah peringatin tapi berhubung gue suka nyemilin nasi jadi mau bagaimana lagi bengkak akhirnya dari 45kg menjadi 75kg. Dokter dan suster di buah hati support banget untuk bisa lahiran normal, masih terngiang di telinga "ikhtiar dulu ya bu" akhirnya dicoba ikhtiar dengan 2 botol infus selama 24 jam lebih plus sempet ngerasain mules sampe 3 menit sekali eh balik ke 5 menit , 3 menit lagi eh balik ke 5 menit tapi pembukaan pas di cek masih 1 terus tanpa kemajuan akhirnya diputus untuk melahirkan cesar pada pukul 23.00.

Nilai tambahnya adalah semua proses induksi tersebut dilakukan di kamar rawat inap bukan diruang bersalin jadi lebih enak bisa nonton tv, nyanyi-nyanyi, dzikiran, ngaji, makan ngemil makan ngemil dll . sering denger temen-temen induksi di ruang bersalin belum kalau ada orang lahiran lain di sebelah suasananya gak nyaman jadinya. Selain itu, pasca melahirkan ada fasilitas cuci rambut, creambath, pijat, facial dari rumah sakit jadi sangat membantu buat ibu yang masih lelah pasca melahirkan. Inisiasi Menyusui Dini (IMD) pun dilakukan dengan baik, proses ibu untuk memberi ASI pun dikontrol dengan Bidan dan Susternya selalu. Makanan juga terkontrol dengan baik, rasa juga enak jadi selama di rumah sakit happy karena bisa makan ngemil makan ngemil. So far puas dengan pelayanan rumah sakit ini. Anak kedua dan seterusnya juga rencananya disini lagi semoga dokter Irwan masih sabar dengan ibu bawel yang satu ini.

Malaikat Kecil itupun lahir dengan berat 3.1kg dan panjang 50cm.